Tentang

other lang: english

Kami, Institut Perempuan, sejak 9 Agustus 1998 adalah sebuah organisasi perempuan yang memperjuangkan dan membela hak-hak perempuan. Kami percaya bahwa keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan terhadap perempuan adalah bagian yang tak terpisahkan dari martabat manusia yang melandasi terwujudnya kehidupan demokratis.

Misi kami adalah memperjuangkan dan membela hak-hak perempuan melalui gerakan perempuan untuk mewujudkan kehidupan yang berkeadilan, berkesetaraan, dan berkemanusiaan. Untuk itu kami bertujuan menciptakan dan menjadi bagian dari gerakan perempuan yang setara dengan gerakan pro-rakyat lainnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pada awal berdirinya, program utama kami adalah: kampanye, pendidikan kritis feminis, pendampingan perempuan korban kekerasan, dan advokasi. Setelah kurang lebih empat tahun melakukan program pendampingan perempuan korban kekerasan, baik dengan memberikan layanan konseling, pendampingan, bantuan hukum, dsb, saat ini kami lebih menajamkan diri dengan melakukan Program:

1. Pendidikan Kritis Feminis
Dilakukan untuk membangun kesadaran, pemahaman, dan ketrampilan menggunakan feminisme sebagai sebuah ideologi. Pendidikan kritis feminis dipahami sebagai pendidikan kritis yang dilakukan dalam kerangka membangun kesadaran akan penindasan dan ketidakadilan yang dialami perempuan. Dari kesadaran ini diharapkan lahir gagasan, program, dan aksi untuk perubahan. Program ini dilakukan dengan mengadakan dan mengembangkan pelatihan adil gender, perempuan, dan feminisme bagi pihak-pihak yang membutuhkan, mulai dari aktivis pro rakyat, aparat penegak hukum, aparat pemerintah, mahasiswa, pelajar, hingga komunitas. Tema-tema yang digagas bersifat multi dimensi dengan menggunakan perspektif feminis, mulai dari politik, sosial, budaya, hukum, HAM, ekonomi, psiko-sosial, hingga seni dan sastra. Salah satu tema yang kerap diusung adalah kekerasan terhadap perempuan dan pendampingan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, terutama berkaitan dengan pengalaman-pengalaman pendampingan. Kegiatan ini antara lain: diskusi, lokakarya, pelatihan/training, penelitian, studi, pengembangan modul, dsb. Secara khusus diselenggarakan SEKOLAH FEMINIS bagi aktivis pro rakyat dan KURSUS FEMINIS bagi individu yang berminat dalam isu-isu perempuan dan feminisme.

2. Informasi dan Dokumentasi

Merupakan pusat informasi dan dokumentasi (in-dok) untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan dokumentasi tentang perempuan dan feminisme. In-dok hadir sebagai penyedia informasi, data, dokumen, kliping, dan analisa kritis feminis guna menyokong kerja pendidikan, penguatan ekonomi, dan advokasi. Dari sini pula diharapkan lahir pemikiran dan wacana alternatif, khususnya feminisme, yang dikembangkan lewat penerbitan literatur feminis. Program ini dilakukan antara lain dengan: perpustakaan, layanan kliping, informasi, data, dan dokumentasi, diskusi buku, penerbitan jurnal dan buku, serta aktivitas membaca dan menulis berperspektif feminis. Secara khusus dibuka Perpustakaan dan Toko Buku Feminis (Feminist Library and Bookstore) dan diterbitkan jurnal feminis, kritis, progresif: HerStory-Cerita Perempuan.

3. Penguatan Ekonomi Perempuan
Dilakukan sebagai upaya menemukembangkan ekonomi perempuan dalam kerangka perlawanan terhadap hegemoni ekonomi global yang menindas kaum perempuan. Selain itu, untuk menginisiasi gerakan perempuan yang mandiri dan independen, dilakukan upaya pencarian dana alternatif, antara lain dengan produksi dan penjualan merchandise, seperti kaos, pin, pendirian BU-TIK FEMINIS yang menjual kain tradisional, aksesoris, buku, dsb.

4. Advokasi
Dilakukan sebagai upaya sistematis melahirkan kebijakan berupa peraturan perundang-undangan yang berpihak bagi perempuan dan anak. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan diri dalam berbagai jaringan advokasi baik di tingkat nasional maupun daerah. Di tingkat nasional, antara lain dengan terlibat dalam berbagai jaringan advokasi, seperti JANGKA PKTP (Jaringan Advokasi Kebijakan Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan), JALA-PRT (Jaringan Advokasi Nasional Perlindungan Pekerja Rumah Tangga), Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan, Koalisi Perlindungan Saksi, dsb. Di tingkat daerah, salah satunya dengan melibatkan diri dalam jaringan untuk Rencana Advokasi Daerah Propinsi Jawa Barat mengenai Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk Bagi Anak, Eksploitasi Seksual Komersial Anak, dan Trafiking Perempuan dan Anak.

5. Feminist Library & Bookstore
Adalah sebuah perpustakaan sekaligus toko buku yang menyajikan buku dan literatur mengenai perempuan dan feminisme. Selain penjualan dan layanan penyediaan kliping, data, informasi, dokumen, berbagai kegiatan pengayaan diadakan, antara lain diskusi/analisa kritis buku/literatur, kompetisi menulis, dsb. Dengan nuansa dunia aktivisme gerakan perempuan, perpustakaan dan toko buku ini selalu disertai berbagai program menarik, seperti belanja berhadiah poster, kartu pos, discount/potongan harga khusus pembeli perempuan, hingga program tukar buku bekas, dsb.
6. Sekolah Feminis
Adalah sebuah model pendidikan kritis feminis untuk aktivis pro rakyat. Sekolah ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan lahirnya aktivis pro rakyat yang feminis, untuk membangun gerakan sosial baru dimana para aktivis pro rakyatnya memiliki pemahaman, kesadaran, dan skill dalam menggunakan ideologi feminisme. Keunikan sekolah ini adalah mengusung ideologi feminisme. Dibuka satu angkatan per tahun, sekolah ini menyediakan beasiswa bagi para aktivis yang membutuhkan.